Fresh from the owner...

01 June 2012

Kisah Nabi Muhammad dan Yahudi Buta.



Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya." 

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahawa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abu Bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?"

Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja." "Apakah Itu?" tanya Abu Bakar RA."Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana," kata Aisyah RA. 

Keesokan harinya Abu bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil mengherdik,"Siapakah kamu?" Abu Bakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)."

"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku," bantah si pengemis buta itu."Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku," pengemis itu melanjutkan perkataannya. 

Abu bakar RA tidak dapat menahan air matanya. Beliau menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia tu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW."







my foot: walau dicaci dan dihina Rasulullah SAW tetap berhati mulia. selawat dan salam ke atas junjungan mulia.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

6 comments:

  1. Sgt terpuji perilaku Rasulullah S.A.W... Kita manusia biasa hny mampu meniru secebis saje kebaikannya itu..betapa jahilnya kita

    ReplyDelete
  2. tq...saya dah terima kerongsang tu...bukan sepasang tapi dua pasang....

    ReplyDelete
  3. sedih pulak baca kisah ni...Mulianya Rasullullah tiada bandingan...


    Pernah gak bila budak2 dtg minta derma dr meja ke meja g tak bg...
    patutnya bg jelah walaupun rm1 kan..Bukan kedekut...kesian pun ya kat budak2 tu..
    cuma kadang2 dh ramai sgt...dan takut derang ni kena kerah dgn sindiket...huhuhu

    ReplyDelete
  4. sikap rasullullah mmg terpuji n wajar dicontohi...

    ReplyDelete
  5. Sungguh terharu membaca kisah Rasul...Betapa mulianya hati baginda...Yang kita tidak dapat ikuti...

    ReplyDelete

Peringatan

Ini adalah blog peribadi. Sebarang pendapat yang saya luahkan di sini adalah dari saya sendiri, tidak melibatkan mana-mana pihak kecuali jika saya meletakkan nama pemiliknya.

Sebarang PRINT SCREEN terhadap blog ini adalah dilarang kecuali atas keizinan tuan punya blog.

Pendapat penulis tidak semestinya kekal.

Terima kasih.

Sal Ya
✿ Rumah SalYa ✿ © . Designed by MaiGraphicDesign